Mengatasi Masalah Pencernaan saat Puasa. Puasa adalah menahan nafsu untuk tidak makan dari subuh saat datangnya magrib yang ditandai dengan dikumandangkan suara adzan. Karena tidak makan dalam waktu yang cukup lama, biasanya kebanyakan orang mengalamai masalah percernaan dan sakit perut. Namun, banyak orang yang percaya bahwa dengan puasa, kita akan dihindarkan dari segala penyakit. Jika ada diantara kita yang mengalami gangguan percernaan saat puasa, maka tips dibawah ini bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasinya.
Memang, masalah kesehatan yang sering kali dialami oleh seseorang pada awal bulan puasa ramadhan adalah masalah percernaan. Masalah percernaan ini timbul diakibatkan oleh banyak hal, apalagi jika pada saat awal bulan puasa tidak sedikit orang yang dapat mengatur pola makan saat berbuka, hal itulah yang menimbulkan banyaknya masalah percernaan yang muncul.
Masalah percernaan yang sering muncul saat awal puasa yaitu rasa mual, nyeri maag, perut menjadi kembung dan diare. Hal ini juga dibenarkan oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam yaitu dr. Epistel P.Simatupang, Sp.Pd-KGEH yang bekerja di Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk - Jakarta. berikut penuturannya:
"Pada hari pertama puasa, rasa mual biasanya dirasakan kebanyakan orang. Penyebabnya karena makan terlalu banyak saat buka puasa. Selama 14 jam, kita tidak makan dan minum. Keadaan perut kosong dan tiba-tiba diisi oleh makanan yang banyak sekali. Hal ini dapat menimbulkan masalah pada percernaan," Ujarnya.
Perut juga perlu adaptasi, apalagi saat di awal-awal bulan puasa. Karena perut biasanya mendapatkan asupan makanan 3 kali sehari, namun pada saat bulan puasa, harus kosong selama 14 jam, dan setelah itu dimasuki makanan. dr. Epistel juga menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi banyak makanan saat berbuka puasa. Selain itu, kalau bisa jangan sampai tidak sahur, karena untuk menjaga metabolisme tubuh.
"Kalau malam, metabolisme tubuh kita melemah. atau merasa bahwa masih terasa kenyang dari makanan malam, ia menghindari waktu sahur. Saat seperti inilah yang bisa mengakibatkan rasa mual, perut kembung, sakit dan nyeri maag," lanjutnya.
Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghindari sakit pada perut bisa dengan menghindari makanan yang berlemak dan pedas saat sahur maupun berbuka puasa, sehingga penyakit yang menyerang bagian percernaan bisa dihindari. Begitu juga yang disarankan oleh dr. Epistel dalam menghindari penyakit pencernaan.
"Cara mengatasinya ialah selalu makan saat sahur dan menghindari makan pedas, serta berlemak. Paling tidak perutnya bisa terisi sampai siang. Hindari makanan berlemak dan tingkatkan makanan yang berserat tinggi. Karena makanan yang berserat tinggi lebih lama efek kenyangnya," tambahnya.

0 komentar:
Post a Comment